ﺃﺣﺒﻚ ﻣﺜﻞ ﻣﺎﺃﻧﺖ
Uhibbuki mitsla mâ anti
Aku mencintaimu sebagaimana kamu
mencintaiku
ﺃﺣﺒﻚ ﮔﻴﻒ ﻣﺎﮐﻨﺖ
Uhibbuki kaifa mâ kunti
Aku mencintaimu bagaimanapun keadaanmu
ﻭﻣﻬﻤﺎ ﮔﺎﻥ ﻣﻬﻤﺎ ﺻﺎﺭ
Wa mahmâ kâna mahmâ shôro
Apapun yang terjadi dan kapanpun,
ﺃﻧﺖ ﺣﺒﻴﺒﺘﯽ ﺃﻧﺖ
Anti habîbatî anti
engkaulah cintaku
ﺯﻭﺟﺘﻰ … ﺃﻧﺖ ﺣﺒﻴﺒﺘﻰ ﺃﻧﺖ
Zaujatî .. Anti habîbatî anti
Wahai istriku..
Engkaulah kekasihku.
ﺣﻼﻟﯽ ﺍﻧﺖ ﻻ ﺍﺧﺸﯽ ﻋﺬﻭﻻ ﻫﻤﻪ ﻣﻘﺘﯽ
ﻟﻘﺪ ﺍﺫﻥ ﺍﻟﺰﻣﺎﻥ ﻟﻨﺎ ﺑﻮﺻﻞ ﻏﻴﺮ ﻣﻨﺒﺖ
Halâlî anti lâ akhsyâ ‘adzûlan hammuhu maqtî
Laqod adzinaz-zamânu lanâ biwashlin ghoiri
munbatti
engkau istriku yang halal, aku tidak peduli celaan orang, waktu telah mengizinkan kita untuk hidup
bersama selamanya
ﺳﻘﻴﺖ ﺍﻟﺤﺐ ﻓﯽ ﻗﻠﺒﯽ ﺑﺤﺴﻦ ﺍﻟﻔﻌﻞ ﻭﺍﻟﺴﻤﺖ
ﻳﻐﻴﺐ ﺍﻟﺴﻌﺪ ﺇﻥ ﻏﺒﺖ ﻭ ﻳﺼﻔﻮ ﺍﻟﻌﻴﺶ ﺇﻥ ﺟﺌﺘﯽ
Saqoitil hubba fî qolbî bihusnil fi’li wassamti
Yaghîbus-sa’du in ghibti wa yashful ‘îsyu in ji,tî
engkau sirami rasa cinta kedalam hatiku dengan indahnya budi pekertimu, kebahagianku hilang
ketika engkau tiada, hidupku berarti ketika engkau ada
ﻧﻬﺎﺭﯼ ﮔﺎﺩﺡ ﺣﺘﯽ ﺇﺫﺍ ﻣﺎ ﻋﺪﺕ ﻟﻠﺒﻴﺖ
ﻟﻘﻴﺘﻚ ﻓﺎﻧﺠﻠﯽ ﻋﻨﻲ ﺿﻨﺎﻱ ﺇﺫﺍ ﺗﺒﺴﻤﺖ
Nahârî kâdihun hattâ idzâ mâ ‘udtu lilbaiti
Laqîtuki fanjalâ ‘annî dlonâya idzâ tabassamti
hari-hariku terasa berat sampai aku kembali ke rumah berjumpa denganmu, maka lenyaplah
keletihanku saat melihat senyumanmu,
ﺗﻀﻴﻖ ﺑﻰ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺇﺫﺍ ﺑﻬﺎ ﻳﻮﻣﺎ ﺗﻀﺮﻣﺘﯽ
ﻓﺄﺳﻌﯽ ﺟﺎﻫﺪﺍ ﺣﺘﯽ ﺍﺣﻘﻖ ﻣﺎ ﺗﻤﻨﻴﺘﯽ
Tadlîqu bî alhayâtu idzâ bihâ yawman tudlurromtî
Faas’î jâhidân hattâ ahaqqiqo mâ tamannaitî
jika suatu saat kesulitan hidup membuatmu bersedih, maka aku akan berusaha hingga mendapatkan apa yang kamu inginkan
ﻫﻨﺎﺋﻰ ﺍﻧﺖ ﻓﻠﺘﻬﻨﺌﻰ ﺑﺪﻑﺀ ﺍﻟﺤﺐ ﻣﺎ ﻋﺸﺘﻰ
ﻓﺮﻭﺣﺎﻧﺎ ﻗﺪ ﺍﺋﺘﻠﻔﺎ ﻛﻤﺜﻞ ﺍﻻﺭﺽ ﻭﺍﻟﻨﺒﺖ
Hanâ-î anti faltahna-î bidif-il hubbi mâ ‘asytî
Farûhanâ qodi,talafâ kamitslil ardli wannabti
Kamulah kebahagiaanku, bahagialah dengan hangatnya cinta selamanya, jiwa kita sungguh telah menyatu, laksana tanah dan tumbuhan
ﻓﻴﺎ ﺃﻣﻠﻰ ﻭﻳﺎ ﺳﻜﻨﻰ ﻭﻳﺎ ﺃﻧﺴﻰ ﻭﻣﻠﻬﻤﺘﻰ
ﻳﻄﻴﺐ ﺍﻟﻌﻴﺶ ﻣﻬﻤﺎ ﺿﺎﻗﺖ ﺍﻻﻳﺎﻡ ﺃﻥ ﻃﺒﺘﻰ
Fayâ amalî wayâ sakanî wa yâ unsî wa mulhimatî
Yathîbul ‘aisyu mahmâ dlôqotil ayyâmu in thibtî
duhai harapanku. duhai ketenangan jiwaku, duhai kebahagiaanku, duhai inspirasiku.
Hidup terasa indah meskipun hari-hariku berat, asalkan kamu bahagia
Minggu, 23 November 2014
Zaujaty... Anti Habibaty Anti...
Selasa, 21 Oktober 2014
Mengenalmu Anugerah Terindah
Subhanallah...
Engkau begitu tulus.
KepadaNya Syukurku tak pernah terputus...
Ya Rabb,..
Engkaulah alasan semua kehidupan ini.
Engkaulah penjelasan atas semua kehidupan ini.
Perasaan itu datang dariMu.
Semua perasaan itu juga akan kembali kepadaMu.
Kami hanya menerima titipan. Dan semua itu ada sungguh karenaMu..
Semua getar-rasa itu hanya Engkau yang telah menciptakannya. Dan semoga Allah yang Maha Mencinta, yang Menciptakan makhluk lembut, santun nan anggun dengan kasih-sayangNya, mengajarkan aku tentang bagaimana mencinta dengan sebenar dan tulus hati jiwa.
Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita
untuk merasakan hakikatNya.
Sungguh anugerah terindah aku mengenal sampean, Semoga Allah melanggengkan mahabbah yang kian hari tumbuh kembang di setiap hela nafas dan denyut nadi kita.
Senin, 20 Oktober 2014
Engkaulah Hari-hariku
Subhanallah..
Memandangmu sungguh tak bosan mata ini..
Engkaulah Qurrota 'ayun Engkaulah penyejuk mata,..
penyejuk mata hati ini..
Engkaulah penentram jiwa...
Penentram jiwa ini..
Anti Nurun..
Engkaulah cahaya..
Cahaya Penerang disetiap sudut gelap hati ini..
Anti Nahary..
Engkaulah Pengisi hari-hariku..
Hari2ku terasa berat sampai aku kembali menjumpaimu..
Anti Syarifah..
Engkaulah pribadi mulia..
santun nan anggun dan begitu mulia..
Senin, 01 September 2014
An-naba' dalam Sebuah Mimpi
"Pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya, dan orang kafir berkata, Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu hanyalah tanah. ” (An Naba’: 40)
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2009/12/30/5185/tafsir-surat-an-naba/#ixzz3C86Zbamm
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook
