Minggu, 23 November 2014

Zaujaty... Anti Habibaty Anti...

ﺃﺣﺒﻚ ﻣﺜﻞ ﻣﺎﺃﻧﺖ
Uhibbuki mitsla mâ anti
Aku mencintaimu sebagaimana kamu
mencintaiku
ﺃﺣﺒﻚ ﮔﻴﻒ ﻣﺎﮐﻨﺖ
Uhibbuki kaifa mâ kunti
Aku mencintaimu bagaimanapun keadaanmu
ﻭﻣﻬﻤﺎ ﮔﺎﻥ ﻣﻬﻤﺎ ﺻﺎﺭ
Wa mahmâ kâna mahmâ shôro
Apapun yang terjadi dan kapanpun,
ﺃﻧﺖ ﺣﺒﻴﺒﺘﯽ ﺃﻧﺖ
Anti habîbatî anti
engkaulah cintaku
ﺯﻭﺟﺘﻰ … ﺃﻧﺖ ﺣﺒﻴﺒﺘﻰ ﺃﻧﺖ
Zaujatî .. Anti habîbatî anti
Wahai istriku..
Engkaulah kekasihku.
ﺣﻼﻟﯽ ﺍﻧﺖ ﻻ ﺍﺧﺸﯽ ﻋﺬﻭﻻ ﻫﻤﻪ ﻣﻘﺘﯽ
ﻟﻘﺪ ﺍﺫﻥ ﺍﻟﺰﻣﺎﻥ ﻟﻨﺎ ﺑﻮﺻﻞ ﻏﻴﺮ ﻣﻨﺒﺖ
Halâlî anti lâ akhsyâ ‘adzûlan hammuhu maqtî
Laqod adzinaz-zamânu lanâ biwashlin ghoiri
munbatti
engkau istriku yang halal, aku tidak peduli celaan orang, waktu telah mengizinkan kita untuk hidup
bersama selamanya
ﺳﻘﻴﺖ ﺍﻟﺤﺐ ﻓﯽ ﻗﻠﺒﯽ ﺑﺤﺴﻦ ﺍﻟﻔﻌﻞ ﻭﺍﻟﺴﻤﺖ
ﻳﻐﻴﺐ ﺍﻟﺴﻌﺪ ﺇﻥ ﻏﺒﺖ ﻭ ﻳﺼﻔﻮ ﺍﻟﻌﻴﺶ ﺇﻥ ﺟﺌﺘﯽ
Saqoitil hubba fî qolbî bihusnil fi’li wassamti
Yaghîbus-sa’du in ghibti wa yashful ‘îsyu in ji,tî
engkau sirami rasa cinta kedalam hatiku dengan indahnya budi pekertimu, kebahagianku hilang
ketika engkau tiada, hidupku berarti ketika engkau ada
ﻧﻬﺎﺭﯼ ﮔﺎﺩﺡ ﺣﺘﯽ ﺇﺫﺍ ﻣﺎ ﻋﺪﺕ ﻟﻠﺒﻴﺖ
ﻟﻘﻴﺘﻚ ﻓﺎﻧﺠﻠﯽ ﻋﻨﻲ ﺿﻨﺎﻱ ﺇﺫﺍ ﺗﺒﺴﻤﺖ
Nahârî kâdihun hattâ idzâ mâ ‘udtu lilbaiti
Laqîtuki fanjalâ ‘annî dlonâya idzâ tabassamti
hari-hariku terasa berat sampai aku kembali ke rumah berjumpa denganmu, maka lenyaplah
keletihanku saat melihat senyumanmu,
ﺗﻀﻴﻖ ﺑﻰ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺇﺫﺍ ﺑﻬﺎ ﻳﻮﻣﺎ ﺗﻀﺮﻣﺘﯽ
ﻓﺄﺳﻌﯽ ﺟﺎﻫﺪﺍ ﺣﺘﯽ ﺍﺣﻘﻖ ﻣﺎ ﺗﻤﻨﻴﺘﯽ
Tadlîqu bî alhayâtu idzâ bihâ yawman tudlurromtî
Faas’î jâhidân hattâ ahaqqiqo mâ tamannaitî
jika suatu saat kesulitan hidup membuatmu bersedih, maka aku akan berusaha hingga mendapatkan apa yang kamu inginkan
ﻫﻨﺎﺋﻰ ﺍﻧﺖ ﻓﻠﺘﻬﻨﺌﻰ ﺑﺪﻑﺀ ﺍﻟﺤﺐ ﻣﺎ ﻋﺸﺘﻰ
ﻓﺮﻭﺣﺎﻧﺎ ﻗﺪ ﺍﺋﺘﻠﻔﺎ ﻛﻤﺜﻞ ﺍﻻﺭﺽ ﻭﺍﻟﻨﺒﺖ
Hanâ-î anti faltahna-î bidif-il hubbi mâ ‘asytî
Farûhanâ qodi,talafâ kamitslil ardli wannabti
Kamulah kebahagiaanku, bahagialah dengan hangatnya cinta selamanya, jiwa kita sungguh telah menyatu, laksana tanah dan tumbuhan
ﻓﻴﺎ ﺃﻣﻠﻰ ﻭﻳﺎ ﺳﻜﻨﻰ ﻭﻳﺎ ﺃﻧﺴﻰ ﻭﻣﻠﻬﻤﺘﻰ
ﻳﻄﻴﺐ ﺍﻟﻌﻴﺶ ﻣﻬﻤﺎ ﺿﺎﻗﺖ ﺍﻻﻳﺎﻡ ﺃﻥ ﻃﺒﺘﻰ
Fayâ amalî wayâ sakanî wa yâ unsî wa mulhimatî
Yathîbul ‘aisyu mahmâ dlôqotil ayyâmu in thibtî
duhai harapanku. duhai ketenangan jiwaku, duhai kebahagiaanku, duhai inspirasiku.
Hidup terasa indah meskipun hari-hariku berat, asalkan kamu bahagia

Selasa, 21 Oktober 2014

Mengenalmu Anugerah Terindah

Subhanallah...
Engkau begitu tulus.
KepadaNya Syukurku tak pernah terputus...

Ya Rabb,..
Engkaulah alasan semua kehidupan ini.
Engkaulah penjelasan atas semua kehidupan ini.
Perasaan itu datang dariMu.
Semua perasaan itu juga akan kembali kepadaMu.
Kami hanya menerima titipan. Dan semua itu ada sungguh karenaMu..

Semua getar-rasa itu hanya Engkau yang telah menciptakannya. Dan semoga Allah yang Maha Mencinta, yang Menciptakan makhluk lembut, santun nan anggun dengan kasih-sayangNya, mengajarkan aku tentang bagaimana mencinta dengan sebenar dan tulus hati jiwa.
Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita
untuk merasakan hakikatNya.
Sungguh anugerah terindah aku mengenal sampean, Semoga Allah melanggengkan mahabbah yang kian hari tumbuh kembang di setiap hela nafas dan denyut nadi kita.

Senin, 20 Oktober 2014

Engkaulah Hari-hariku

Subhanallah..
Memandangmu sungguh tak bosan mata ini..
Engkaulah Qurrota 'ayun Engkaulah penyejuk mata,..
penyejuk mata hati ini..
Engkaulah penentram jiwa...
Penentram jiwa ini..
Anti Nurun..
Engkaulah cahaya..
Cahaya Penerang disetiap sudut gelap hati ini..
Anti Nahary..
Engkaulah Pengisi hari-hariku..
Hari2ku terasa berat sampai aku kembali menjumpaimu..
Anti Syarifah..
Engkaulah pribadi mulia..
santun nan anggun dan begitu mulia..

Senin, 01 September 2014

An-naba' dalam Sebuah Mimpi

Beberapa malam yang lalu aku bermimpi, dalam mimpi itu ada seorang anak memintaku untuk dibacakan surat an-naba', tidak hanya cukup disitu, setelah dibacakan dia memintaku untuk ditunjukkan satu ayat yang apabila dibaca membuat seseorang menangis, sembari mencari ayat yang dimaksud, aku baca surat an-naba' mulai ayat pertama sampai terakhir, aku baca dalam hati, bahkan berulang-ulang aku kembali membaca dan membaca dalam hati. Belum sempat aku menunjukkan satu ayat yang dimintanya, terdengar adzan subuh dan aku terjaga dari mimpi. Setelah itu aku bergegas mengambil air wudhu untuk segera menunaikan sholat subuh, karena saking penasarannya, aku bahkan membaca surat an-naba' pada raka'at pertama di subuh itu, namun masih saja teka-teki itu belum terpecahkan dan aku belum menemukan ayat yang dimaksud. Penasaranku semakin menjadi-jadi, dalam pikirku ada tanya "sebetulnya ada apa?" teguran apa sebenarnya ini? Hal ini pula yang membuatku termotivasi untuk mencari jawaban dari mimpi itu, setelah sholat subuh aku mencoba membuka kitab tafsir jalalain yang tertata rapi di almari dan memang sudah lama aku tak pernah menyentuhnya pasca boyongan (pulang) dari pesantren.

Secara bahasa Dilihat dari namanya " an-naba' " (berita besar), berita besar yang di maksudkan sebagaimana penelusuranku dalam beberapa kitab tafsir adalah berita tentang datangnya hari kiamat, atau masih banyak sebutan serupa sebagai nama lain dari hari akhir, seperti yaumul hasyr, yaumul hisab, yaumul jaza' dan sebutan-sebutan lain yang tercantum dalam al-quran. Dan pada akhirnya aku mengambil kesimpulan, walaupun sebenarnya aku masih belum yakin apa memang benar itu yang dimaksudkan atau bukan, yaitu satu ayat dikahir surat ini, yang kurang lebih isinya adalah sebuah seruan, ancaman, dan peringatan dari Tuhan atas hambaNya yang membangkang. Sayangnya kebanyakan dari kita yang tak pernah mempedulikanya dan bahkan mengabaikanya “Ingatlah! Sadarilah! Lihatlah! Perhatikanlah! Pikirkanlah! Renungkanlah bahwa di sana ada Tuhan, di sana ada pengaturan, di sana ada takdir, di sana ada ketentuan, di sana ada ujian, di sana ada tanggung jawab, di sana ada per­hitungan, di sana ada pembalasan, dan di sana ada azab yang pedih dan nikmat yang besar, Ingatlah, sadarilah, lihatlah, perhatikanlah, pikirkanlah, renungkanlah.

Hari yang Pasti Terjadi

Sikap orang-orang yang didekatkan kepada Allah, yang bersih dari dosa-dosa dan kemaksiatan ini ada­lah diam tanpa berkata-kata sedikit pun kecuali de­ngan adanya izin dari Allah dan dengan perhitungan. Suasananya dipenuhi dengan ketakutan, kesedihan, keagungan, dan ketundukan. Di bawah bayang-­bayang pemandangan ini terdengarlah seruan yang berisi peringatan dan mengguncang orang-orang yang tertidur dan mabuk kepalang ,

“Itulah hari yang pasti terjadi. Maka, barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya. Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) dengan siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya, dan orang kafir berkata, Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah. ” (An ­Naba’: 39-40)

Inilah guncangan keras terhadap mereka yang hatinya dipenuhi keraguan dan selalu mempertanyakan “hari yang Pasti terjadi” itu. Maka, tidak ada pe­luang untuk mempertanyakan dan memperselisih­kannya. Selagi masih ada kesempatan, “maka barang­siapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada, Tuhannya “sebelum neraka Jahannam mengintai nya dan menjadi tempat kembalinya.

Inilah peringatan untuk menyadarkan orang­-orang yang mabuk kepalang, “Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kamu siksa yang dekat”. Maka, Jahannam itu senantiasa menantikan dan mengintaimu seperti yang kamu ketahui. Dunia ini secara keseluruhan adalah perjalanan yang pendek dan usia yang singkat!

Inilah azab yang mengerikan dan menakutkan, sehingga orang kafir lebih memilih hilang eksistensinya daripada masih berwujud,

"Pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya, dan orang kafir berkata, Alang­kah baiknya sekiranya aku dahulu hanyalah tanah. ” (An ­Naba’: 40)

Tidaklah orang berkata seperti ini kecuali dia ber­ada dalam kesempitan dan kesedihan yang sangat. Ini adalah kalimat yang memberikan bayang-­bayang ketakutan dan penyesalan. Sehingga, ia be­rangan-angan untuk tidak pernah menjadi manusia, dan menjadi unsur yang diabaikan dan disia-siakan (tak diperhitungkan). la melihat bahwa yang demi kian itu lebih ringan daripada menghadapi keadaan yang menakutkan dan mengerikan. Ini suatu sikap yang bertolak belakang dengan keadaan ketika mereka mempertanyakan dan meragukan berita besar tersebut!!!  Allahu a’lam